Cinta “Perhiasan Dunia”


Cinta “Perhiasan Dunia”
Oleh : Hilman Rasyid*

Dunia adalah komedi bagi mereka yang melakukannya, atau tragedi bagi mereka yang merasakannya. -Horace Walpole

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu. Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, seperti isyarat yang tak sempat dikirimkan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.
-Kahlil Gibran

Cinta..
Walau hanya sebuah dentingan
Tapi hadirnya begitu berarti
Untuk meruntuhkan benteng-benteng sepi

Percayalah cinta akan jadi pelita ditengah gulita
Yang kan menuntunmu mencari dunia
Dunia dengan berjuta cahaya beraneka warna
Dan engkau adalah rajanya

Cinta yang akan membuatmu tegar berdiri
Walau sendi-sendimu telah runtuh dihempas badai
Cinta yang akan membuatmu melangkah dengan pasti
Walau langkahmu terjal dan berduri
Saat kau tak tau kemana harus mencari
Dengarkan bisikkannya diantara harmoni takdir
Tanyakan pada hati yang pernah terluka dan berlindung dibawah naungan mimpi
Dan berlututlah bersama para pujangga yang memuja cinta disana-sini
Dan cinta itu akan kau temukan di dalam hati


Catatan ini dibuat dengan pemikiran penulis yang sedikit dewasa, karena berbicara tentang istri shalehah. Sekaligus sebagai seruan khususnya pada kaum hawa yang tak tahu arah, kaum hawa yang tenggelam dan tersesat dari jalan kebenaran. Karena kebenaran hanyalah dari Allah SWT, kita hanya bisa berusaha untuk mencarinya. Catatan ini juga sedikit penulis desain dengan adanya assimilasi bahasa antara para pujangga dan para mufassirin. Bahasa yang cukup filosofis namun diharapkan menambah pemahaman mengenai ayat-ayat cinta serta pendapat para mufassirin terkait ayat-ayat tersebut.

Cinta ??
iya C.I.N.T.A
Cinta merupakan satu kata yang sederhana, tapi memiliki peran yang sangat signifikan dalam hidup kita ini. Cinta yang bisa membuat orang menjadi semangat dan sukses, dan cinta juga yang bisa membuat orang menjadi gagal, bahkan bunuh diri.
Cinta itu terbagi 2 macam;
  1. Cinta yang sifatnya Vertikal (Cinta pada Khaaliq)
  2. Cinta yang sifatnya Horizontal (Cinta pada sesama Makhluk)
Secara normatif, cinta pada sesama makhluk tidak boleh lebih tinggi dibandingkan cinta kita pada Sang Khaliq dan semuanya itu dilakukan hanya karna-Nya.
Allah SWT berfirman ;

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ.
Dan ada di antara manusia ada orang yang menyembah tuhan selain Allah sebagai tandingan, yang mereka cintai seperti mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat besar cintanya kepada Allah….(Al-Baqarah: 165)

Kalau kita analisis ayat di atas menjelaskan ;
Pertama, bahwa cinta seorang mukmin pada Rabbnya itu sangatlah besar.
Kedua, cinta pada selain-Nya yang besarnya sama bahkan lebih besar daripada cintanya pada Allah SWT, sama dengan musyrik.

Ayat di atas juga bisa menjadi sebuah peringatan dan sebuah sindiran pada kita atas perhiasan-perhiasan dunia yang telah Allah ciptakan. Perhiasan yang bisa merayu syahwat, dan perhiasan yang bisa menjerumuskan kita pada api neraka. Allah SWT berfirman ;

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ
- ال عمران : 14

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak  harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang ternak, dan sawah ladang.  (QS Ali Imran : 14)

Dalam Kitab Tafsier Al-Wadih dijelaskan bahwa syahwat adalah emosi yang timbul dalam jiwa disebabkan ada dorongan untuk mengemukakan suatu pendapat atau  keperluan agar ia bisa merasakannya atau menikmatinya.

Di dalam Kitab Tafsir Ibnu Katsir juga dijelaskan bahwa Allah SWT telah mengabarkan dalam ayat di atas bahwa perhiasan atau fitnah yang paling kuat yang ada di dunia ini adalah wanita. Dan ini bisa dilihat dari penyusunan ayat tersebut yang diawali dengan lafadz ann-Nisa (النساء).
Metode penafsiran beliau di atas selain dari nash naqli, tentunya disandarkan juga pada realitas yang terjadi di sekitar. Suatu realita bahwa wanita adalah perhiasan dunia yang paling kuat. Rayuan, bujukan, dan godaan mereka (para wanita) sangatlah menggiurkan, sangat menggoda, dan sangat mempesona. Sehingga tidak sedikit manusia yang jatuh terpenjara ke dalam jurang kemaksiatan. Na’udzubillah…

Di dalam Kitab Shofwatut-Tafaasir dijelaskan;
زُيِّنَ) التزيين: تحسين الشيء وتجميله في عين الإِنسان )
At-Tazyiin {زُيِّنَ} adalah memperbagus sesuatu dan memperindahnya menurut pandangan manusia.

وَقَدِ اخْتَلَفَ الْمُفَسِّرُونَ فِي مِقْدَارِ الْقِنْطَارِ عَلَى أَقْوَالٍ، وَحَاصِلُهَا: أَنَّهُ الْمَالُ الْجَزِيلُ
Para Mufassirin telah berselisih tentang arti dari Al-Qanaathiir (القناطر), mufrodnya Al-Qinthar (الْقِنْطَار), dan hasilnya bahwa arti dari lafadz Al-Qinthar adalah  harta yang berlimpah. Sebagaimana yang dijelaskan dalam Kitab Tafsir Ibnu Mundzir :

حَدَّثَنَا محمد بْن علي الصائغ، قَالَ: حَدَّثَنَا أحمد بْن شبيب، قَالَ: حَدَّثَنَا يزيد، عَنْ سعيد، عَنْ قتادة: {زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ إِلَى قوله عَزَّ وَجَلَّ: وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ} " المقنطرة: المال الكثير بعضه عَلَى بعض

Dalam Kitab Tafsir Al-Quran:
menurut Imam Hasan {وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ} artinya Penggembala.

Mungkin tafsiran di atas sedikit saya ambil dari berbagai Kitab Tafsir sebagai mubayyan (penjelas) dari ayat QS. Ali Imran ayat 14 di atas. Kalau kita susun kecintaan yang diingini oleh manusia pada ayat tersebut adalah;
Rangking Pertama; Wanita
Rangking Kedua; Anak-anak
Rangking Ketiga; Harta yang banyak (dari emas dan perak)
Rangking Keempat; Kuda pilihan (Kalau sekarang mungkin kendaraan mewah)
Rangking Kelima; Binatang ternak
Rangking Keenam; Sawah ladang

Menurut KH. Drs. Shiddiq Amien, MBA (Allahu yarhamh), Ajaran Islam memang tidak melarang kita untuk mencintai semua hal di atas. Tetapi yang diwanti-wanti dalam ajaran Islam adalah: Pertama, jangan sampai kecintaan itu berubah menjadi sebuah penyakit, yang disebut penyakit “Hubbud Dunya“ , dimana salah satu cirinya,  orang itu tidak diberi rasa tumaninah dan betah dalam ibadah, karena fikiran dan perasaan selalu terganggu oleh urusan harta dan dunia.   
Kedua, Islam melarang jangan sampai akibat dari kecintaan yang berlebihan, membuat kita lupa dzikir kepada Allah, seperti diingatkan oleh Allah : 
Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang membuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi. (QS. Al-Munafiqun : 9)

Mungkin penulis pada catatan ini tidak akan berbicara semuanya, melainkan hanya berbicara terkait perhiasan dunia yang menduduki rangking pertama, yaitu wanita. Dan mungkin karena waktu dan keterbasan ilmu yang dimiliki penulis.
Rasulullah SAW pernah bersabda di dalam HR. Muslim (Shahih Muslim; 1467), Imam An-Nasa’I (Sunan an-Nasai: 69/6), Ibnu Khuzaimah (Sunan Ibnu Majah; 1855) dari Hadits Abdillah bin Amr bin Ash r.a;

وَقَوْلُهُ، عَلَيْهِ السَّلَامُ : الدُّنْيَا مَتَاع، وخَيْرُ مَتَاعِهَا المرْأةُ الصَّالحةُ
Rasulullah SAW bersabda bahwa Dunia adalah kesenangan (sementara), dan kesenangan yang paling baik adalah memiliki istri yang shalehah (Prikitiw ^_^).

Di dalam kamus bahasa Arab juga dijelaskan bahwa;
الصالِحة : النِعمَة الوَافِرَة
Ash-Shalihah (الصالِحة) artinya kenikmatan yang sempurna.
Sehingga, berbahagialah bagi suami yang mendapatkan istri yang shalehah. ^_^

Sedangkan di dalam Kitab Tafsir Al-Quran:
الْمَتَاع: مَا يسْتَمْتع بِهِ، ثمَّ يذهب
الْمَتَاع adalah mencari kesenangan, lalu kesenangan itu akan hilang.

Setiap orang beriman pasti menginginkan dirinya memiliki istri yang shalehah. Istri shalehah sebagai kebahagiaan, kesenangan yang baik yang ada di dunia ini. Namun kalau kita orientasikan pada zaman sekarang ini, yang hidup penuh dengan manipulatif, serta virus-virus kapitalisme sekuler yang telah menjalar ke seantero dunia. Baik itu ke dalam kalangan mahasiswa, selebritis, aktivis (الناشط), birokrat, bahkan ulama sekalipun. Susah rasanya untuk membedakan dan menemukan wanita yang “real” berjilbab. Wanita yang berjilbab yang bukan hanya menjadi topeng belaka, bukan menjadi style semata, dan bukan hanya tinggal sebuah nama saja. Apakah mungkin mereka tidak mengerti terhadap norma-norma agama Islam, sehingga bersikap apatis, hedonis dan lain-lain?? Mungkinkan??

Bahkan tidak sedikit pula manusia atau bahkan termasuk kita, yang sangat cintanya terhadap sesuatu, mereka berani melanggar norma-norma Islam. Padahal Rasulullah SAW pernah mengingatkan dalam sabdanya;

أَحْبِبْ حَبِيبَكَ هَوْنًا مَا عَسَى أَنْ يَكُونَ بَغِيضَكَ يَوْمًا مَا وَابْغَضْ بَغِيضَكَ هَوْنًا مَا عَسَى أَنْ يَكُونَ حَبِيبَكَ يَوْمًا مَا "– رواه الترمذي: وقال: عن علي موقوفًا، انظر سنن الترمذي
 (3/ 234).
Cintailah apa yang kau cintai sewajarnya, bisa jadi suatu hari ia akan jadi yang kau benci, dan bencilah apa yang kau benci sewajarnya, bisa jadi suatu hari  akan jadi yang kau cintai. (HR At-Tirmidzi)

Hadits di atas memberikan peringatan pada kita, pada manusia yang diberi musuh oleh Allah SWT, salah satunya yaitu hawa nafsu. Hawa nafsulah yang sering membuat orang berbuat berlebihan. Nafsu yang selalu berubah keadaan. Ia sering berbalik, berubah warna. Kadang ia ingat, kadang alpa. Kadang ia sadar, kadang berpaling. Kadang ia cinta, kadang benci, kadang ia gembira, kadang sedih. Kadang ia ridla, kadang murka. Kadang ia taat, dan kadang ia khianat. Sehingga jika kita cinta, cintailah dengan sewajarnya, dan jika benci, bencilah dengan sewajarnya juga. Teringat dengan perkataannya Kahlil Gibran;
“Kerja adalah wujud nyata cinta. Jika kita tak dapat bekerja dengan kecintaan namun hanya dengan kebencian, lebih baik tinggalkan pekerjaan itu, lalu duduklah di gerbang rumah ibadah untuk menerima derma dari mereka yang bekerja dengan suka cita.”

Nabi Muhammad SAW juga pernah memberi nasehat;

حدثني أبي حدثنا عصام بن خالد حدثني أبو بكر بن عبد الله بن أبي مريم الغساني عن خالد بن محمد الثقفي عن بلال بن أبي الدرداء عن أبيه عن النبي (صلى الله عليه وسلم) قال حبك الشئ يعمي ويصم– ر ابو داود مسند الامام أحمد 6 / 450

“Kecintaanmu kepada sesuatu bisa membuat buta dan tuli”.  HR Abu Daud (450/6)

Mungkin itulah sebuh lintasan catatan terkait perhiasan-perhiasan dunia. Kita akan merasa bahagia apabila orang merasa senang dengan kita dan mencintai diri kita seperti mencintai dirinya sendiri. Dan kita akan tetap saling mencintai apabila kita dapat menerima setiap perubahan.

Wallahu a’lam bish-shawab

*Ketua Departemen Muwashalah BEM KEMABA UPI 2012

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Cinta “Perhiasan Dunia”"